Friday, November 30, 2012

You're Invited: a Moment of Christmas for Kids



Yuhuuu, Christmas is coming! °\(^▿^)/°
Buat para orang tua yang mencari event-event Natal untuk anak-anak, coba dilihat satu event Natal satu ini yang pasti akan sangat berkesan;


Giving My Best
A Christmas Celebration at KEGA Bellezza, Jakarta.
Minggu, 16 Desember 2012, pk. 10.00
Jl. Letjen Supeno No. 34 Jakarta Barat

Don’t miss it! Put it on your schedule!
{Additional information: you’ll find me with my toddlers there (ˆˆ)}
See you there!

---

About Montessori; and an Invitation for Short Course



Disclaimer: This post is originally written by me, as the owner and main author of this blog, based on my own opinion. I don’t have any affiliates with anyone and do not receive any compensation from any party in any kind of things. I write this post because I’d love to share what’s meaningful for me.
Thank you.
---

Metoda Montessori merupakan salah satu metoda pendidikan anak yang dikembangkan oleh dokter wanita pertama di Italia bernama Dr. Maria Montessori. Metoda ini memadukan antara ilmu kedokteran {psikologi anak} dan ilmu pendidikan konvensional dengan merancang aktivitas dan peralatan edukatif sesuai kebutuhan anak, khususnya untuk rentang usia 0-12 tahun, secara universal {mempelajari kebudayaan seluruh dunia} dan bertujuan untuk membentuk anak yang mandiri, percaya diri, dan menghargai perbedaan sehingga dapat menjadi warga dunia yang handal.
image source from here
 Metoda Montessori sangat memperhatikan kepentingan dan kebutuhan anak secara perorangan {child centered} dan memiliki prinsip-prinsip dan tata cara pelaksanaan yang terdefinisi dengan jelas maksud dan tujuannya. Hal inilah yang mungkin menjadi perbedaan signifikan dengan aktivitas belajar anak lainnya yang tidak memiliki label “metoda Montessori”. Secara umum, Metoda Montessori mencakup 5 area:
  • Practical Life
  • Sensorial
  • Cultural
  • Language
  • Mathematics
Saya mulai mengenal mengenai Metoda Montessori sekitar setahun yang lalu, saat saya mencari informasi mengenai aktivitas anak balita melalui internet. Saya menemukan sebuah blog milik working mom Chinese-Singaporean yang tinggal di Denmark bernama Mrs. Elaine Ng Friis. Bermula dari blog ini lah saya tertarik mengenai konsep Metoda Montessori. Blog ini banyak sekali memuat aktivitas-aktivitas balita yang menggunakan konsep metoda Montessori beserta nara sumbernya.
Kemudian saya mencari nara sumber metoda ini di Indonesia dan saya menemukan Rumah Montessori {Montessori 4 Everyone}. Setelah membaca profil Rumah Montessori, saya menyadari bahwa pemilik blog ini adalah Mbak Ivy Savitri, seorang ibu yang berasal dari almamater yang sama dengan saya, yaitu SMU Negeri 5 Bandung {tentu dari tahun angkatan yang berbeda hehe..}
Setelah beberapa kali kontak melalui email dan BBM, saya diundang mengikuti mini workshop pengenalan Metoda Montessori pada tanggal 31 Maret 2012 lalu. Kebetulan hari itu suami saya tidak ada acara, maka saya bisa mengikuti mini workshop yang hanya diadakan satu hari selama 3 jam saja.
{saya akan membuat tulisan terpisah mengenai hal-hal yang saya pelajari di dalam mini workshop ini}
Bagi saya pribadi, mini workshop ini memang rasanya kurang hehe.. Banyak hal baru yang saya peroleh di sini. Kami dikenalkan pada konsep dasar Metoda Montessori dan contoh-contoh praktisnya. Kebanyakan peserta adalah guru atau ahli pendidikan, tapi ada juga beberapa ibu rumah tangga yang ingin tahu dan belajar mengenai konsep PAUD ini, seperti saya.
Di akhir tahun 2012 ini, Rumah Montessori kembali mengadakan short course yang mengupas semua materi dasar Metoda Montessori untuk PAUD.
Short course ini akan diadakan sebanyak 9x pertemuan, setiap hari Sabtu, minggu ke-1 dan ke-3, pk. 09.00-12.00, dan akan dimulai pada tanggal 8 Desember 2012 ini.
Yang akan diperoleh dari short course ini adalah:
  •  training
  • review / uji kemampuan
  • tutorial singkat tentang cara menilai progress anak-anak di kelas Montessori
  • diskusi membuat Child Progress Report, berikut contohnya
  • image source from here
  • pemberian tugas pembuatan beberapa alat Montessori
Cakupan materi short course kurang lebih sebagai berikut:
  1. Filosofi singkat Metoda Montessori
  2. Teori & Praktek Exercises of Practical Life (EPL)
  3. Teori & Praktek Sensorial (Visual)
  4. Praktek Sensorial (Visual, Tactile, Auditory, Olfactory, Gustatory)
  5. Review/Uji Praktek EPL dan Sensorial
  6. Teori & Praktek Cultural
  7. Teori & Praktek Language
  8. Teori & Praktek Mathematics
  9. Review/Uji Praktek Cultural, Language and Mathematics
  10. Evaluasi & Tutorial singkat tentang cara menilai progress anak-anak di kelas Montessori & pembuatan Child Progress Report
Short course ini hanya dibatasi untuk 15 orang saja. Jika tertartik dan butuh informasi lebih lanjut {mengenai investasi biaya, lokasi, dan sebagainya}, bisa menghubungi Rumah Montessori, dengan Ibu Ivy  {021.70777005}

Salah seorang rekan saya di gereja yang juga berprofesi sebagai guru dan memiliki pendidikan magister bidang PAUD pernah mengatakan bahwa Metoda Montessori memang baik, namun dengan konsep “Help to do it myself” dapat menjadi celah seorang anak untuk mengandalkan diri sendiri dan kurang mengandalkan Tuhan. Saya setuju dengan prinsip itu, bahwa seorang anak harus diajarkan untuk mengandalkan Tuhan.
Namun di sisi lain, saya, sebagai orang awam teori pendidikan anak, juga sangat tertarik dengan konsep Metoda Montessori yang mengajarkan kepada anak-anak untuk life-ready; memiliki konsep aktivitas dan peralatan yang jelas secara fungsi, cara penyampaian, dan kontrolnya; menerapkan pola pengajaran anak secara interaktif dan melibatkan seluruh indera.
Jadi bagi saya solusinya adalah keseimbangan dan filter (˛)
Saya perlu memberikan aktivitas edukasi yang bisa mengembangkan anak-anak saya untuk menjadi pribadi yang handal, namun juga tidak melupakan peran Tuhan sebagai kontrol utama di dalam kehidupannya. Saya, sebagai mama anak-anak, wajib melakukan filterisasi untuk setiap konsep-konsep pendidikan yang ditanamkan kepada anak-anak saya, terutama pada usia dini, the golden years 0-6 tahun. Karena itu saya sangat yakin bahwa orang tua adalah the best educator for their children, terutama on their early years.
Saya akan mengadopsi hal-hal yang baik dan berguna bagi perkembangan anak-anak saya dari metoda apapun, termasuk Metoda Montessori ini; dan saya akan terus mendorong diri saya untuk terus belajar dan mencari tahu tentang apa yang diperlukan untuk anak-anak saya sambil berdoa untuk hikmat dan tuntunan dari Roh Kudus (⌒˛⌒)

Education is a natural process carried out by the child and is not acquired by listening to words but by experiences in the environment.”
"You shall teach them diligently to your children, and shall talk of them when you sit in your house, and when you walk by the way, and when you lie down, and when you rise. "
{Deuteronomy 6:7}
"We do not develop habits of genuine love automatically. We learn by watching effective role models – most specifically by observing how our parents express love for each other day in and day out. "
"Each day of our lives we make deposits in the memory banks of our children."
The family should be a closely knit group. The home should be a self-contained shelter of security; a kind of school where life’s basic lessons are taught; and a kind of church where God is honored; a place where wholesome recreation and simple pleasures are enjoyed.”  

Let’s raise great children for the Kingdom of God! °\(^▿^)/°
---